Advertisement
PROBOLINGGO – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mua'd, menekankan pentingnya soliditas kader dan penguatan struktur partai hingga tingkat desa. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pelantikan pengurus ranting dan Musyawarah Ranting PKB se-Kecamatan Leces, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Ihsan Banat III, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, tersebut melibatkan pengurus dan kader PKB dari 10 desa.
Dalam kesempatan itu, Mua'd mengingatkan bahwa pelantikan pengurus ranting bukan sekadar agenda seremonial. Kepengurusan yang telah terbentuk diharapkan mampu menjaga kekompakan dan menjalankan roda organisasi secara berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh kader semakin solid, memperkuat koordinasi, dan bersama-sama mendukung kemenangan PKB pada Pemilu 2029,” ujar Mua'd.
Menurut Mua'd, konsolidasi yang dilakukan secara berkesinambungan menjadi bagian penting dalam memastikan struktur organisasi partai di tingkat desa tetap aktif.
Pengurus ranting memiliki tanggung jawab untuk menjaga koordinasi antarkader serta mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi di wilayah masing-masing.
Penguatan kepengurusan di tingkat desa juga menjadi perhatian dalam agenda konsolidasi PKB Kabupaten Probolinggo. Struktur ranting diharapkan dapat menjadi penghubung antara pengurus partai di tingkat kecamatan dan kader di desa.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo, Ning Hj. Siti Arifah, yang sekaligus menjadi tuan rumah kegiatan, serta sejumlah pengurus DPC PKB Kabupaten Probolinggo.
Adapun peserta kegiatan berasal dari 10 desa, yakni Sumber Kedawung, Leces, Warujinggo, Tigasan Kulon, Pondok Wuluh, Tigasan Wetan, Kerpangan, Malasan Kulon, Jorongan, dan Clarak.
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Ranting sebagai forum koordinasi untuk memperkuat kepengurusan di masing-masing desa.
Melalui agenda tersebut, PKB Kabupaten Probolinggo melanjutkan konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
