Viral Akun TikTok “Sabun Batang”, Warganet Seret Nama Oknum Tokoh Agama di Probolinggo

Media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya akun TikTok bernama “Sabun Batang” yang mendadak viral usai beberapa kali melakukan siaran langsung berisi curahan hati, kemarahan, hingga sindiran terhadap seorang pria berinisial H. Nama pria tersebut kemudian ramai dikaitkan oleh warganet dengan seorang oknum tokoh agama di wilayah Probolinggo.

Perbincangan mengenai akun itu mulai ramai sejak Selasa (19/5/2026). Potongan video live streaming yang beredar luas di TikTok, Facebook, hingga grup percakapan WhatsApp memicu berbagai spekulasi publik. Dalam siaran tersebut, pemilik akun “Sabun Batang” tampak meluapkan emosi dan kekecewaannya setelah mengaku telah “ditalaq” atau diceraikan oleh pria yang disebut dengan inisial H.

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai identitas sosok yang dimaksud, warganet secara masif mulai mengaitkan inisial tersebut dengan seorang oknum kyai di Probolinggo. Dugaan itu berkembang liar di media sosial setelah sejumlah pengguna mengunggah potongan video, tangkapan layar, hingga narasi yang menyebut adanya hubungan khusus antara perempuan pemilik akun dan pria yang dimaksud.

Dalam salah satu live streaming yang ditonton ratusan pengguna TikTok, perempuan tersebut melontarkan kalimat bernada sindiran menggunakan campuran bahasa Madura dan Jawa. Ucapan itu kemudian menjadi sorotan dan banyak dikutip ulang oleh pengguna media sosial.

“Mare ngunu nek wes kenyang karo nenen, terus muni cangkeme, ‘sepurane yang mamaku ga gelem’. Juuh.”

Kalimat tersebut oleh sebagian netizen diartikan sebagai ungkapan kekecewaan terhadap seseorang yang dianggap berubah sikap setelah mendapatkan apa yang diinginkan. Ekspresi emosional yang disampaikan secara spontan dalam siaran langsung itu sontak memancing perhatian publik dan membuat nama akun “Sabun Batang” masuk dalam perbincangan hangat di berbagai platform digital.

Data yang terlihat dalam potongan video menunjukkan siaran langsung tersebut sempat ditonton sekitar 499 pengguna secara bersamaan. Tidak lama setelah live berakhir, sejumlah akun mulai mengunggah ulang rekaman tersebut disertai berbagai opini dan dugaan terkait sosok pria berinisial H.

Situasi semakin ramai setelah akun TikTok yang diduga milik pria tersebut dilaporkan menutup kolom komentar. Beberapa warganet juga mengaku tidak lagi menemukan video-video yang sebelumnya menampilkan kebersamaan antara pria itu dengan perempuan pemilik akun “Sabun Batang”. Dugaan penghapusan konten pun menjadi bahan pembicaraan baru di media sosial.

Fenomena viral ini kembali menunjukkan cepatnya arus penyebaran informasi di media sosial, terutama ketika melibatkan figur publik atau tokoh yang dikenal masyarakat. Namun hingga kini, belum terdapat bukti valid maupun keterangan resmi yang dapat memastikan identitas sosok yang disebut dalam live streaming tersebut.

Sejumlah pengguna media sosial bahkan mulai terbelah dalam menyikapi kasus ini. Ada yang mendukung perempuan pemilik akun karena dianggap berani mengungkap isi hatinya di ruang publik. Namun tidak sedikit pula yang mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menghakimi seseorang hanya berdasarkan potongan video dan asumsi yang beredar di internet.

Pengamat media sosial menilai fenomena seperti ini dapat dengan cepat berkembang menjadi penghakiman publik apabila tidak disikapi secara hati-hati. Terlebih, identitas pihak yang dituding hingga kini belum terverifikasi secara resmi. Penyebaran tuduhan tanpa dasar yang kuat dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah maupun pelanggaran hukum digital.

Hingga berita ini ditulis, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam peristiwa viral tersebut guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan yang berimbang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpancing isu viral, serta mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum adanya pernyataan resmi dari pihak terkait maupun aparat berwenang.

Comments

Popular posts from this blog

Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Bromo

Insiden Marquez–Acosta Picu Red Flag di MotoGP Catalunya 2026

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026